10 September bukan sekadar tanggal dalam kalender bagi dunia pencarian dan pertolongan. Setiap tahun, tanggal ini diperingati sebagai Global Search and Rescue Day, sebuah momentum untuk memberikan penghargaan kepada para profesional Search and Rescue (SAR), khususnya para operator Mission Control Centre (MCC) yang bekerja sepanjang waktu untuk memastikan setiap sinyal marabahaya mendapatkan perhatian dan diteruskan kepada pihak yang dapat melakukan pertolongan.

Global Search and Rescue Day merupakan inisiatif Cospas-Sarsat, sistem satelit internasional yang mendeteksi dan menentukan lokasi sinyal marabahaya pada frekuensi 406 MHz dari berbagai penjuru dunia. Di balik sebuah penyelamatan, terdapat sebuah sistem yang bekerja tanpa henti—satelit yang mendeteksi sinyal, stasiun bumi yang menerima dan memproses data, MCC yang menganalisis serta mendistribusikan informasi, hingga otoritas SAR yang kemudian mengerahkan sumber daya untuk menemukan dan menyelamatkan orang yang berada dalam keadaan darurat.

Mengapa 10 September?

Pemilihan tanggal 10 September memiliki hubungan langsung dengan sejarah Cospas-Sarsat. Pada 10 September 1982, sebuah pesawat kecil mengalami kecelakaan di kawasan hutan di British Columbia, Kanada. Tiga orang berada di dalam pesawat tersebut. Setelah mengalami kecelakaan, mereka berhasil mengaktifkan Emergency Locator Transmitter (ELT) dan memasang antenanya secara manual. Sinyal marabahaya kemudian terdeteksi oleh satelit yang melintas. Informasi tersebut membantu tim penyelamat menemukan lokasi para korban.

Peristiwa tersebut menjadi penyelamatan pertama yang dikreditkan kepada sistem Cospas-Sarsat dan menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah penggunaan teknologi satelit untuk mendukung operasi SAR. Karena itulah, 10 September dipilih sebagai Global Search and Rescue Day.

Peristiwa tersebut juga menunjukkan sebuah prinsip sederhana namun sangat penting:

Di balik sebuah sinyal marabahaya, selalu ada manusia yang membutuhkan pertolongan.

Dan di balik sinyal tersebut, ada manusia lain yang mendengarkan.

Bagaimana Cospas-Sarsat Bekerja?

Ketika seseorang berada dalam keadaan darurat di laut, udara, maupun darat, sebuah distress beacon seperti EPIRB, ELT, atau PLB dapat digunakan untuk mengirimkan sinyal marabahaya pada frekuensi 406 MHz. Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan dalam empat tahap.

1. Beacon Diaktifkan

Ketika terjadi keadaan darurat, beacon diaktifkan pada kapal, pesawat, atau oleh seseorang. Beacon kemudian mengirimkan sinyal digital pada frekuensi 406 MHz, yang membawa identitas beacon dan, pada beacon tertentu, informasi lokasi. 406 MHz merupakan frekuensi yang secara internasional dialokasikan untuk sistem distress alerting Cospas-Sarsat.

2. Satelit Mendeteksi Sinyal

Sinyal 406 MHz kemudian diterima oleh satelit Cospas-Sarsat. Sistem Cospas-Sarsat menggunakan berbagai jenis satelit, termasuk LEO, MEO, dan GEO, untuk mendukung deteksi dan penentuan lokasi beacon. Sistem MEOSAR memungkinkan deteksi dan penyediaan informasi lokasi dalam waktu yang sangat cepat. Pada sistem modern, jaringan MEOSAR dapat menghasilkan alert dalam waktu kurang dari lima menit pada kondisi yang sesuai.

3. Lokasi dan Identitas Ditentukan

Data yang diterima dari satelit diteruskan ke sistem bumi dan kemudian diproses. Mission Control Centre (MCC) memiliki peran penting dalam menerima, memproses, memvalidasi, serta mendistribusikan informasi alert kepada otoritas yang bertanggung jawab terhadap operasi SAR. Informasi tersebut dapat mencakup identitas beacon dan informasi lokasi yang tersedia. Pada beacon yang dilengkapi kemampuan GNSS, posisi dapat dikirimkan bersama distress alert sehingga area pencarian dapat dipersempit secara signifikan.

4. Operasi SAR Dimulai

Setelah alert diterima dan informasi yang diperlukan tersedia, alert diteruskan kepada otoritas yang relevan untuk dilakukan tindakan SAR. Pada tahap inilah informasi digital yang berasal dari sebuah beacon berubah menjadi tindakan nyata di lapangan. Pesawat dapat dikerahkan, Kapal SAR dapat bergerak, Tim penyelamat dapat menuju lokasi. Dan sebuah sinyal radio yang awalnya hanya berupa data 406 MHz dapat menjadi awal dari sebuah penyelamatan.

Sebuah Sistem Global yang Tidak Mengenal Batas Negara

Salah satu kekuatan utama Cospas-Sarsat adalah sifatnya yang internasional. Sistem ini dibangun melalui kerja sama berbagai negara dan organisasi untuk memastikan distress alert dapat diterima dan diteruskan kepada pihak yang dapat memberikan bantuan. Cospas-Sarsat didirikan pada tahun 1979 oleh Kanada, Prancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet. Saat ini program tersebut merupakan program antar-pemerintah berbasis perjanjian yang melibatkan negara dan organisasi peserta dari berbagai wilayah dunia.

Cospas-Sarsat juga bekerja bersama organisasi internasional seperti International Civil Aviation Organization (ICAO), International Maritime Organization (IMO), dan International Telecommunication Union (ITU) untuk mendukung keselamatan penerbangan dan pelayaran. Dengan demikian, sebuah distress alert tidak berhenti pada batas wilayah suatu negara. Ketika sebuah beacon aktif di lokasi terpencil, sistem satelit dapat mendeteksinya dan informasi tersebut dapat diteruskan melalui jaringan internasional hingga mencapai otoritas yang tepat.

MCC: Manusia di Balik Sistem Otomatis

Kemajuan teknologi sering membuat kita membayangkan bahwa sistem SAR satelit bekerja sepenuhnya secara otomatis. Namun, teknologi hanyalah salah satu bagian dari sistem. Di balik setiap alert terdapat operator dan personel SAR yang memastikan informasi tersebut diproses dan ditindaklanjuti dengan benar. MCC memiliki posisi penting dalam rantai informasi tersebut.

  1. Sebuah alert yang masuk bukan sekadar angka atau koordinat.
  2. Di balik sebuah HEX ID terdapat sebuah beacon.
  3. Di balik sebuah beacon terdapat sebuah kapal, pesawat, atau seseorang.
  4. Dan di balik semua itu mungkin terdapat seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan.

Karena itu, Global Search and Rescue Day secara khusus memberikan penghormatan kepada para operator MCC dan profesional SAR yang bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang tahun.

Dari Sinyal Menjadi Lokasi

Perkembangan teknologi Cospas-Sarsat juga terus meningkatkan kemampuan sistem dalam menentukan lokasi beacon. Beacon generasi terbaru memberikan informasi lokasi yang semakin akurat dan cepat. Cospas-Sarsat juga mengembangkan Second-Generation Beacons (SGB) yang dirancang untuk memberikan peningkatan performa dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, perkembangan Return Link Service (RLS) memberikan kemampuan baru pada sistem. Jika sebelumnya seseorang yang mengaktifkan beacon harus menunggu tanpa mengetahui apakah sinyalnya telah diterima, teknologi return link memungkinkan beacon tertentu memberikan indikasi bahwa distress alert telah diterima dan bantuan sedang dalam proses. Bagi seseorang yang berada dalam kondisi darurat, informasi sederhana bahwa: "Sinyal Anda telah diterima." dapat memiliki arti yang sangat besar.

Global SAR Day Bukan Hanya Milik Operator SAR

Global Search and Rescue Day bukan hanya perayaan bagi institusi SAR. Hari ini juga merupakan pengingat bagi siapa pun yang melakukan aktivitas di lingkungan yang memiliki risiko—baik berlayar, terbang, melakukan perjalanan di daerah terpencil, maupun melakukan aktivitas outdoor. Bagi pengguna beacon, pesan yang dibawa Global SAR Day sangat sederhana:

  1. Pastikan beacon Anda terdaftar.
  2. Pastikan informasi registrasinya benar.
  3. Pahami cara menggunakannya.

Dan yang paling penting: Ketika keadaan darurat benar-benar terjadi, jangan ragu untuk meminta pertolongan.

Satu sinyal dapat menjadi awal dari sebuah penyelamatan. Dan di balik setiap sinyal tersebut, selalu ada seseorang yang mendengarkan.

10 September — Global Search and Rescue Day. When you signal for help, Cospas-Sarsat responds.


Mari Bergabung sarday.406.org