406 MHz · Hex ID Encoder
Buat 15 Hex ID FGB atau 23 Hex ID SGB berdasarkan protokol dan identitas beacon.
First Generation Beacon.
Second Generation Beacon.
Indonesia menggunakan country code 525.
Sesuai Figure A4 C/S T.001. Bit 26 bernilai 1, country code berada pada bits 27–36, protocol code pada bits 37–39, dan identification data pada bits 40–85.
User-Location menggunakan struktur identification User Protocol pada bits 26–85. Format Flag bit 25 bernilai 1 pada pesan lengkap, tetapi bit 25 tidak termasuk dalam 15 Hex ID.
Bit 25 — Format Flag
Bit 26 — Protocol Flag = 1
Bits 27–36 — Country Code
Bits 37–39 — User Protocol Code
Bits 40–85 — Identification dan supplementary identification data
Catatan: posisi User-Location berada pada PDF-2 pesan panjang dan tidak termasuk dalam 15 Hex ID. Oleh karena itu, User Protocol dan User-Location dapat menghasilkan 15 Hex ID yang sama apabila country code dan identitasnya sama.
National User dan Orbitography tidak tersedia untuk User-Location Protocol.
Bits 44–63, field 20 bit: 0–1.048.575.
Bits 74–83, field 10 bit: 0–1023.
Tepat 3 huruf ICAO, dikodekan dengan Modified Baudot pada bits 44–61.
Bits 62–73, field 12 bit: 1–4095.
Format: tepat 6 karakter hexadecimal .
Karakter yang diperbolehkan: 0–9 dan A–F.
Rentang representasi: 000000–FFFFFF .
Field C/S T.001: bits 44–67 , panjang 24 bit.
Contoh: 8A0123, ABCDEF, atau 00A12F.
Bits 68–73, field 6 bit: 0–63.
ELT/EPIRB/PLB serial: 0–1.048.575.
Operator serial: 1–4095.
TAC field: 0–1023.
Specific ELT address number: 0–63.
Aircraft address: tepat 6 digit hexadecimal.
Operator designator: tepat 3 huruf.
MMSI harus tepat 9 digit. Bits 40–75 mengodekan 6 digit terakhir menggunakan Modified Baudot.
Beacon ke-1 sampai ke-10, dikodekan sebagai karakter 0–9 pada bits 76–81.
MMSI: tepat 9 digit numerik.
Specific Beacon Number: 1–10.
Maksimal 7 karakter. Karakter 1–4 dikodekan menggunakan Modified Baudot. Karakter 5–7 hanya boleh angka atau kosong.
Panjang: 1–7 karakter.
Karakter yang didukung: huruf, angka, tanda hubung, garis miring, dan spasi.
Karakter ke-5 sampai ke-7 hanya angka atau kosong.
Maksimal 7 karakter Modified Baudot pada bits 40–81.
Bits 82–83, field 2 bit: 0–3.
Aircraft registration: 1–7 karakter.
Specific ELT Number: 0–3.
Karakter dikodekan menggunakan Modified Baudot.
Bits 40–85 harus berisi tepat 46 karakter biner.
Dikodekan pada bits 84–85 sesuai pilihan auxiliary device.
15 Hex ID terdiri dari bits 26–85 atau tepat 60 bit. Format Flag bit 25 tidak masuk ke dalam 15 Hex ID.
User-Location memiliki Format Flag bit 25 = 1 pada pesan lengkap. Karena bit tersebut berada di luar 15 Hex ID, hasil Hex ID tidak dapat digunakan sendirian untuk membedakan User Protocol dan User-Location Protocol.
Sesuai Figure A8 C/S T.001. Identification data berada pada bits 41–64 dan coarse position pada bits 65–85.
Dikodekan secara binary pada bits 41–60.
Bits 61–64, rentang nilai teknis 0–15.
Tepat 24 bit pada bits 41–64.
Tiga huruf ICAO, shortened Modified-Baudot, bits 41–55.
Bits 56–64, rentang 1–511.
Bits 41–50, rentang 1–1023.
Bits 51–64, rentang 1–16383.
Bits 41–60 berisi MMSI last 6 dan bits 61–64 selalu 0000.
Resolusi ¼ derajat, bits 65–74.
Resolusi ¼ derajat, bits 75–85.
Sesuai Figure A9 C/S T.001. National ID berada pada bits 41–58, latitude pada bits 59–71, dan longitude pada bits 72–85.
Dikodekan sebagai 18-bit identification data pada bits 41–58.
Bits 59–71: arah N/S, 7-bit derajat, dan 5-bit menit dalam unit 2 menit.
Bits 72–85: arah E/W, 8-bit derajat, dan 5-bit menit dalam unit 2 menit.
Sesuai Figure A10 C/S T.001. MMSI Last 6 hanya berlaku untuk RLS EPIRB. RLS ELT dan RLS PLB menggunakan RLS TAC atau National RLS Number beserta serial number.
Opsi MMSI hanya tersedia untuk RLS EPIRB.
Sesuai Figure A11 C/S T.001. Protocol code 1001, identification pada bits 41–66, dan coarse position pada bits 67–85.
Format: tepat 6 karakter hexadecimal.
Bits 43–66: 24-bit aircraft address.
Contoh: 8A0123.
Hanya satu ELT(DT) pada pesawat yang dapat diidentifikasi dengan metode ini.
Operator Designator: tepat 3 huruf ICAO, dikodekan menjadi 15 bit pada bits 43–57.
Operator Serial Number: 1–511, dikodekan menjadi 9 bit pada bits 58–66.
Cospas-Sarsat TAC: 1–1023, dikodekan menjadi 10 bit pada bits 43–52.
Serial Number: 1–16383, dikodekan menjadi 14 bit pada bits 53–66.
Masukkan nomor TAC 10-bit sesuai sertifikat type approval. Pada ELT(DT), field T.001 memang memiliki batas 1–1023.
Bits 67–75, resolusi ½ derajat atau 30 menit.
Bits 76–85, resolusi ½ derajat atau 30 menit.
15 Hex ID hanya mencakup bits 26–85. BCH-1, supplementary data, altitude, means of activation, location freshness, rotating field, cancellation sequence, dan BCH-2 tidak termasuk dalam 15 Hex ID.