Saat ini semakin banyak perangkat yang menawarkan fitur SOS melalui satelit. Kita mengenal EPIRB, ELT dan PLB yang bekerja melalui sistem Cospas-Sarsat, tetapi di sisi lain juga terdapat perangkat dan layanan seperti Garmin inReach, Inmarsat, Thuraya hingga Iridium. Bagi masyarakat umum, semuanya mungkin terlihat sama:

tekan tombol ketika darurat, kemudian sinyal dikirim melalui satelit. Namun sebenarnya cara kerja, tujuan, dan jalur penanganan distress dari layanan-layanan tersebut tidak selalu sama. Untuk memahami perbedaannya, kita perlu mengenal terlebih dahulu Cospas-Sarsat.

Apa Itu Cospas-Sarsat?

Cospas-Sarsat adalah sistem internasional berbasis satelit yang dibangun khusus untuk membantu pencarian dan pertolongan terhadap orang yang berada dalam keadaan marabahaya. Sistem ini mendeteksi sinyal dari radio beacon darurat yang bekerja pada frekuensi 406 MHz. Beacon tersebut secara umum terdiri dari:

  1. EPIRB untuk kapal dan penggunaan maritim;
  2. ELT untuk pesawat udara; dan
  3. PLB yang dapat dibawa oleh seseorang.

Ketika beacon diaktifkan dalam keadaan darurat, sinyalnya diterima oleh satelit yang mendukung sistem Cospas-Sarsat. Informasi tersebut kemudian diproses oleh jaringan stasiun bumi dan Mission Control Centre sebelum diteruskan kepada otoritas Search and Rescue yang bertanggung jawab. Tujuan akhirnya sederhana:

membawa informasi distress secepat mungkin kepada pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengoordinasikan operasi pencarian dan pertolongan.

Berawal dari Kerja Sama Internasional

Cospas-Sarsat lahir dari kerja sama antara Kanada, Prancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet pada akhir dekade 1970-an. Sistem ini mulai menunjukkan kemampuannya pada tahun 1982. Salah satu peristiwa penting terjadi ketika sebuah pesawat jatuh di wilayah pegunungan British Columbia, Kanada. Sinyal Emergency Locator Transmitter dari pesawat tersebut dideteksi melalui satelit dan membantu tim SAR menemukan lokasi kecelakaan. Tiga orang yang berada dalam pesawat tersebut berhasil diselamatkan. Tak lama kemudian, sistem ini juga membantu penyelamatan di laut ketika sebuah kapal trimaran mengalami kecelakaan di Samudra Atlantik. Dari sinilah teknologi pencarian dan pertolongan berbasis satelit berkembang menjadi sebuah jaringan internasional.

Lebih dari 69.721 Orang Telah Terbantu

Lebih dari empat dekade kemudian, Cospas-Sarsat telah menjadi bagian penting dari sistem Search and Rescue dunia. Sejak 1982 Cospas-Sarsat telah membantu penyelamatan lebih dari 69.721*) orang dalam lebih dari 22.034 situasi distress di seluruh dunia.

Ini adalah salah satu capaian terpenting dari sistem tersebut. Saat ini Cospas-Sarsat tidak hanya mengandalkan satu jenis satelit. Sistemnya memanfaatkan payload Search and Rescue yang berada pada berbagai orbit, termasuk LEOSAR, GEOSAR dan MEOSAR. Di baliknya terdapat jaringan stasiun bumi, Mission Control Centre dan Rescue Coordination Centre dari berbagai negara.

Karena itu Cospas-Sarsat lebih tepat dipahami bukan hanya sebagai “satelit”, tetapi sebagai sistem internasional yang menghubungkan beacon distress, satelit, stasiun bumi dan organisasi Search and Rescue.

Lalu Apa Bedanya dengan Garmin, Inmarsat, Thuraya dan Iridium?

Di sinilah sering terjadi kesalahpahaman. Perangkat seperti Garmin inReach, telepon satelit Thuraya ataupun layanan keselamatan dari Inmarsat dan Iridium sama-sama dapat mempunyai fungsi untuk meminta pertolongan melalui satelit. Tetapi tidak semuanya mempunyai konsep dan jalur penanganan yang sama dengan beacon Cospas-Sarsat.

Pada Cospas-Sarsat, beacon 406 MHz memang dirancang khusus sebagai distress beacon. Ketika beacon aktif, alert diteruskan melalui sistem Cospas-Sarsat menuju jaringan Search and Rescue yang sesuai dengan lokasi kejadian. layanan Cospas-Sarsat tersedia bagi pengguna maritim, penerbangan maupun orang dalam situasi distress secara non-diskriminatif dan tanpa biaya kepada pengguna yang sedang dalam keadaan distress. Artinya fungsi utama sistem tersebut sejak awal memang: Search and Rescue.

Garmin inReach

Garmin inReach memiliki pendekatan yang berbeda. Perangkat ini menggunakan jaringan satelit Iridium untuk mengirim pesan dua arah, tracking, informasi cuaca dan SOS. Saat tombol SOS digunakan, pengguna dapat berkomunikasi dua arah dengan Garmin Response, yaitu pusat koordinasi tanggap darurat 24 jam milik Garmin. Garmin Response kemudian berkomunikasi dengan badan atau layanan emergency yang sesuai untuk mengoordinasikan pertolongan. Salah satu kelebihan pendekatan ini adalah pengguna dapat melakukan komunikasi dua arah.

Misalnya pengguna dapat menjelaskan:

kapal mengalami kebocoran;
seseorang mengalami patah kaki;
ada tiga orang yang membutuhkan pertolongan;

atau informasi lainnya. Namun sebagian besar fungsi satelit inReach, termasuk penggunaan SOS pada layanan regulernya, terkait dengan aktivasi layanan atau subscription.

Jadi jalurnya secara sederhana:

Pengguna → Satelit Iridium → Garmin Response → Otoritas Search and Rescue

Sedangkan beacon Cospas-Sarsat:

Beacon → Sistem Cospas-Sarsat → otoritas Search and Rescue

Bagaimana dengan Thuraya?

Beberapa telepon satelit Thuraya juga mempunyai tombol SOS. Sebagai contoh, pada Thuraya XT-PRO, pengguna dapat menekan tombol SOS untuk mengirim telepon dan/atau SMS ke nomor yang telah diprogram sebelumnya. Ini kembali menunjukkan bahwa tombol bertuliskan SOS tidak selalu berarti perangkat tersebut menggunakan mekanisme yang sama dengan Cospas-Sarsat. Pada perangkat seperti ini, siapa yang menerima SOS sangat bergantung pada konfigurasi layanan dan perangkat.

Inmarsat dan Iridium Sedikit Berbeda

Untuk Inmarsat dan Iridium, Keduanya bukan sekadar penyedia telepon satelit biasa. Mereka juga menyediakan layanan keselamatan maritim yang diakui dalam Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS). IMO saat ini mengakui Inmarsat dan Iridium sebagai penyedia sistem komunikasi satelit untuk GMDSS. Sebagai contoh, pada Inmarsat C, pengguna kapal dapat menekan tombol distress dan alert akan diarahkan menuju Maritime Rescue Coordination Centre melalui jaringan Inmarsat.

Demikian pula dengan Iridium GMDSS. Terminal yang sesuai dapat mengirim identitas kapal, posisi dan status distress secara langsung kepada Rescue Coordination Centre serta menyediakan komunikasi suara untuk koordinasi lebih lanjut. Inmarsat dan Iridium mempunyai layanan GMDSS yang memang terintegrasi dengan sistem keselamatan maritim internasional.

Mengapa Beacon Cospas-Sarsat Masih Penting?

Dengan semakin banyaknya smartphone dan satellite messenger yang dapat mengirim SOS, mungkin muncul pertanyaan: “Kalau sudah punya perangkat SOS satelit, apakah EPIRB, ELT atau PLB masih diperlukan?” Untuk banyak penggunaan keselamatan, jawabannya tetap sangat penting.

Ada beberapa alasannya.

1. Beacon Dibuat Khusus untuk Kondisi Darurat

EPIRB, ELT dan PLB bukan perangkat komunikasi umum yang kebetulan mempunyai tombol SOS. Perangkat tersebut sejak awal dirancang sebagai emergency distress beacon. Fungsi utamanya sederhana:

ketika terjadi keadaan darurat, kirimkan distress alert dan lokasi kepada sistem Search and Rescue.

Kesederhanaan inilah yang menjadi salah satu kekuatannya.

2. Tidak Bergantung pada Langganan Bulanan untuk Mengirim Alert Cospas-Sarsat

Untuk menerima dan meneruskan sinyal distress 406 MHz melalui Cospas-Sarsat, pengguna tidak perlu membeli paket komunikasi satelit bulanan seperti pada banyak perangkat satellite messenger komersial.

ICAO menyebut akses Cospas-Sarsat bagi pengguna yang mengalami distress diberikan tanpa biaya kepada end-user dalam keadaan tersebut. Namun tentu saja pemilik beacon tetap mempunyai biaya untuk membeli perangkat, mengganti baterai, melakukan maintenance dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

3. Alert Diteruskan ke Otoritas Search and Rescue

Salah satu kekuatan terbesar Cospas-Sarsat adalah jaringan di belakangnya. Sinyal beacon tidak sekadar dikirim ke teman, keluarga atau nomor telepon tertentu. Alert diproses dalam sistem yang memang dirancang untuk mendistribusikan informasi distress kepada Otoritas Search and Rescue yang sesuai.

dengan alur sebagai berikut:

Beacon → Satellite → LUT → Mission Control Centre → Rescue Coordination Centre → SAR.

Bagi pengguna, mungkin proses di belakang layar ini tidak terlihat. Namun ketika keadaan darurat benar-benar terjadi, jaringan inilah yang sangat penting.

4. Teknologinya Terus Berkembang

Cospas-Sarsat bukan teknologi yang berhenti pada era 1980-an. Sistemnya terus berkembang. Salah satu perkembangan penting adalah MEOSAR, yang menggunakan payload Search and Rescue pada satelit navigasi di Medium Earth Orbit. Perkembangan lain mencakup kemampuan Return Link Service (RLS) pada beacon yang mendukungnya. Dengan RLS, pengguna dapat memperoleh indikasi bahwa distress alert mereka telah diterima dan diproses oleh sistem. Artinya konsep beacon yang awalnya sederhana juga terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.


Cospas-Sarsat telah bekerja sejak awal dekade 1980-an dan telah membantu penyelamatan lebih dari 69.721 orang di seluruh dunia. Kekuatan utamanya bukan hanya pada satelit. Kekuatan sebenarnya terdapat pada sebuah ekosistem: beacon 406 MHz + satelit + stasiun bumi + Mission Control Centre + Rescue Coordination Centre + organisasi Search and Rescue.

Sementara itu, perkembangan komunikasi satelit menghadirkan alternatif dan pelengkap yang sangat bermanfaat, mulai dari Garmin inReach hingga sistem keselamatan Inmarsat dan Iridium. Masing-masing mempunyai fungsi dan keunggulannya sendiri. Pada akhirnya, dalam keselamatan bukan sekadar soal memiliki tombol SOS. Yang lebih penting adalah mengetahui ke mana sinyal SOS tersebut pergi ketika tombol itu benar-benar ditekan.


Keterangan:

*) Berdasarkan data dari sekretariat Cospas-Sarsat pada dokumen JC-40/2/43