Saat terjadi keadaan darurat di laut, waktu merupakan faktor yang sangat penting. Kapal dapat mengalami kebocoran, terbalik, terbakar, atau bahkan tenggelam dengan cepat sehingga awak kapal tidak selalu mempunyai kesempatan untuk mengambil dan mengaktifkan perangkat komunikasi darurat secara manual.
Untuk kondisi seperti inilah Float-Free EPIRB dirancang. Float-Free EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) adalah radio beacon darurat yang ditempatkan pada dudukan khusus di kapal dan dirancang agar dapat terlepas serta aktif secara otomatis ketika kapal tenggelam. Setelah berada di permukaan air, perangkat akan memancarkan sinyal marabahaya yang dapat dideteksi melalui sistem satelit Cospas-Sarsat
Apa Bedanya dengan EPIRB Biasa?
Pada dasarnya keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu mengirimkan sinyal marabahaya dari kapal kepada sistem pencarian dan pertolongan.
Perbedaannya terletak pada cara pelepasannya dari kapal.
EPIRB yang dioperasikan secara manual harus diambil dari tempat penyimpanannya kemudian diaktifkan oleh awak kapal. Sementara itu, Float-Free EPIRB dipasang pada sebuah float-free bracket yang dilengkapi mekanisme pelepas otomatis.
Dengan sistem ini, apabila kapal tenggelam sebelum awak sempat mengambil EPIRB, perangkat masih memiliki kemampuan untuk terlepas dari kapal dan mengirimkan sinyal darurat secara otomatis. Inilah salah satu keuntungan utama Float-Free EPIRB.
Bagaimana Float-Free EPIRB Bekerja?
Sistem Float-Free EPIRB menggunakan perangkat yang disebut Hydrostatic Release Unit (HRU)
HRU bekerja berdasarkan tekanan air ketika perangkat berada di kedalaman sekitar 1–4 meter, tekanan air akan mengaktifkan mekanisme pelepas pada bracket EPIRB. Kedalaman aktivasi dapat berbeda tergantung model dan spesifikasi pabrikan.
Secara sederhana prosesnya adalah:
Kapal tenggelam → HRU bekerja → bracket terbuka → EPIRB terlepas → EPIRB mengapung → perangkat aktif → sinyal marabahaya dipancarkan.
Setelah terlepas dari bracket dan terkena air, water activated switch pada EPIRB akan mengaktifkan perangkat. EPIRB kemudian mengapung ke permukaan dengan antena berada pada posisi yang memungkinkan transmisi sinyal marabahaya.
Mengapa Kemampuan Float-Free Penting?
Bayangkan sebuah kapal mengalami kecelakaan pada malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk. Situasi dapat berkembang sangat cepat. Awak kapal mungkin sedang berusaha menyelamatkan diri, membantu korban lain, atau bahkan tidak dapat mencapai lokasi tempat EPIRB disimpan.
Pada EPIRB yang sepenuhnya mengandalkan pelepasan manual, kondisi tersebut dapat menyebabkan perangkat tidak sempat digunakan. Float-Free EPIRB memberikan lapisan keselamatan tambahan. Apabila kapal tenggelam dan perangkat tidak sempat dilepaskan secara manual, sistem hydrostatic release masih dapat membantu melepaskan EPIRB secara otomatis. Namun perlu dipahami bahwa fungsi otomatis tersebut bukan berarti pengguna harus selalu menunggu kapal tenggelam. Jika terdapat keadaan darurat serius dan EPIRB dapat dijangkau dengan aman, perangkat tetap dapat dilepaskan dan diaktifkan secara manual sesuai petunjuk pabrikan.
Lokasi Pemasangan Sangat Penting
Memiliki Float-Free EPIRB saja belum cukup. Perangkat harus dipasang pada tempat yang benar agar dapat mengapung bebas ketika kapal tenggelam, beberapa otoritas SAR Internasional menyarankan pemasangan Float-Free EPIRB:
- di bagian luar kapal;
- pada area terbuka dan bebas hambatan;
- pada lokasi yang memungkinkan perangkat mengapung ke permukaan;
- mudah dijangkau apabila harus diaktifkan secara manual; dan
- tetap terlindungi dari kemungkinan kerusakan selama kegiatan normal kapal.
Pemasangan di bawah struktur yang dapat menghalangi EPIRB merupakan hal yang perlu dihindari. Misalnya, apabila EPIRB dipasang sedemikian rupa sehingga ketika kapal tenggelam perangkat justru terperangkap di bawah kanopi, struktur kapal, tali, atau peralatan lainnya, fungsi float-free dapat menjadi tidak efektif. Karena itu pemilik kapal perlu mengikuti petunjuk pemasangan yang diberikan oleh produsen perangkat.
Jangan Lupakan Hydrostatic Release Unit
Salah satu bagian yang sering luput dari perhatian adalah Hydrostatic Release Unit (HRU). HRU bukan komponen yang dapat digunakan tanpa batas waktu, HRU pada Float-Free EPIRB umumnya memiliki masa penggunaan tertentu dan harus diganti sekitar dua tahun setelah pemasangan, kecuali produsen menentukan periode yang berbeda.
Tanggal penggantian biasanya perlu ditandai pada HRU maupun enclosure atau bracket EPIRB. Jika masa berlaku HRU sudah habis tetapi tidak diganti, terdapat risiko mekanisme pelepas tidak bekerja sebagaimana mestinya saat keadaan darurat. Karena itu lakukan pemeriksaan berkala terhadap:
- masa berlaku HRU;
- masa berlaku baterai EPIRB;
- kondisi bracket;
- kondisi fisik EPIRB;
- label identifikasi atau HEX ID; dan
- petunjuk self-test dari produsen.
Mengingatkan bahwa HRU yang digunakan harus sesuai dengan perangkat Float-Free EPIRB tersebut. HRU untuk liferaft tidak boleh sembarangan digunakan untuk menggantikan HRU khusus EPIRB.
Registrasi perangkat radio beacon anda, registrasi dapat dilakukan langsung secara daring melalui situs resmi Basarnas:
🔗 idrb.basarnas.go.id